Sabtu, 02 November 2013

Definisi MYSQL


        Awalnya database MySQL ini dikembangkan oleh komunitas dengan diawasi dan dikembangkan oleh perusahaan yang dinamakan MySQL.AB. setalah perusahaan tersebut diakusisi oleh SUN Microsystem, secara otomatis lisensi dari MySQL jug aberpindah ke perusahaan pengembang bahasa pemrograman Java tersebut. Belakangan, SUN Microsystem diambil alih oleh Oracle. Perpindahan inilah yang semakin mengukuhkan data-data MySQL, baik bagi pengguna komunitas maupun pengguna enterprise. 

      Dalam buku (Abdul Kadir, 2008) menjelaskan Mysql (baca: mai-se-kyu-el) merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management System) yang bersifat Open Source. Open Source menyatakan bahwa software ini dilengkapi  dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat Mysql), selain tentu saja bentuk executable-nya atau kode yang dapat dijalankan secara langsaung di dalam sistem operasi, dan bisa diperoleh dengan cara men-download (mengunduh) di internet secara gratis. 
Sebagai software DBMS, MySQL memiliki sejumlah fitur seperti yang di jelaskan di bawah ini.
a.    Multiplatform
     MySQL tersedia pada beberapa platform (Windows, Linux, Unix dan lain-lain).
b.    Andal, cepat dan mudah di gunakan
     MySQL tergolong sebagai database server (server yang melayani permintaan terhadap database) yang handal, dapat menangani database yang besar dengan kecapatan tinggi, mendukung banyak sekali fungsi untuk mengakses database, dan sekaligus mudah untuk di gunakan. Berbagai tool pendukung juga tersedia (walaupun di buat oleh oran lain). Perlu diketahui, MySQL dapat menangani sebuah table yang berukuran dalam terabyte (1 terabyte = 1024 gigabyte) .Namun ukuran yang sesungguhnya sangat bergantung pada betas an sistem operasi. Sebagai contoh, pada sistem Solaris 9/10, batasan ukuran file terbesar 16 terabyte.
c.    Jaminan keamanan akses
     Mysql mendukung pengamanan database dengan berbagai kriteria pengaksesan. Sebagai gambaran, dimungkinkan untuk mengatur user tertentu agar bisa mengakses data yang bersifat rahasia (misalnya gaji pegawai), sedangkan user lain tidak boleh. MySQL juga mendukung koneksifitas keberbagai software. Sebagai contoh dengan menggunakan ODBC (Open Database Connectivity), database yang di tanggani MysSQL dapat di akses melalui program yang  dibuat dengan visual basic. MySQL juga mendukung program klien yang berbasis java untuk berkomunikasi dengan database MySQL melalui JDBC (Java Database Connectivity). MySQL juga bisa di akses melalui aplikasi berbasis Web; misalnya dengan menggunakan PHP.
d.   Dukungan SQL
     Seperti tersirat dalam namanya, MySQL mendukung perintah SQL (structured Query Languange). Sebagaimana diketaui, SQL merupakan standar dalam pengaksesan database relasional. Pengetahuan akan SQL akan memudahkan siapapun untuk menggunakan MySQL.


Pengertian Diagram Kontek


“Diagram Konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran dari sistem. Diagram konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem”. (Andri Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Gava Media, Yogyakarta, 2008)

Definisi Sistem Informasi

“Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

1)       Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
2)   Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memeberikan infromasi bagi pengambil keputusan dan/ atau untuk mengendalikan organisasi.
3)    Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang di perlukan”.
(Al-Bahra bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2013)

Teknik Pengumpulan Data




1.    Pengumpulan data dengan Wawancara
“Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedikit/kecil”. (Prof. Dr. Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, Alfabeta, Bandung,  2012)


2.    Pengumpulan data dengan Observasi
“Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi pada objek-objek alam yang lain”. (Prof. Dr. Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, Alfabeta, Bandung,  2012)

3.    Pengumpulan data dengan Dokumen
“Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi, sebagian besar data yang tersedia yaitu berbentuk surat, catatan harian, cendera mata, laporan, artefak, dan foto. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal – hal yang pernah terjadi di waktu silam”. (Dr. Noor, Juliansyah, S.E., M.M., Metodologi Penelitian : Skrifsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah , Prenada Media, Jakarta, 2011)

Jual Sapi Kuningan

Jumat, 01 November 2013



jaringan lan Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
Sebagaimana saran yang telah dikirimkan kepada tim kami, maka saya disini mencoba untuk menjabarkan cara – cara instalasi dan konfigurasi jariangan pada LAN (Local Area Network).
Sebelum kita bahas tentang instalasi dan konfigurasinya alangkah baiknya kalau kita mengenal terlebih dahulu apa itu LAN?
Local Area Network (LAN) adalah
sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu area tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan LAN, yaitu :
  1. Peer to Peer
  2. Client – Server
Disini saya tidak akan menjelaskan apa itu peer to peer dan Client – Server
Oke langsung ja kita lakukan langkah yang pertama yaitu :
1. Instalasi Jaringan LAN
Perangkat yang dibutuhkan :
  • NIC (Network Interface Card) Bila Ethernet Card Onboard tidak ada
  • Kabel UTP
  • RJ 45
  • Crimping Tool (Tang)
  • Cable Tester
Setelah perangkat diperlukan tersedia, ayo kita mulai dengan menentukan Jenis Jaringan yang akan kita bangun, yaitu Peer to Peer atau Client Server. Karena pastinya kita akan menggunakan jenis pemasangan kabel yang berbeda juga. Seperti yang akan kita bahas ini.
Jenis Pemasangan Kabel pada Jaringan :
  • Peer to Peer
  • Peer to Peer Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
  • Client Server
  • Straight Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
  • Pasanglah kabel UTP ke RJ45 anda seperti gambar jenis kabel untuk client server diatas Yaitu setiap ujung kabel sama (Tidak seperti Cross)
  • Kunci dengan Crimping Tool
  • Kemudian Tes lah kabel anda dengan Cable Tester. Pastikan setiap lampu yang hidup pada Cabel tester sama
  • cable tester Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
  • Jika terdapat lampu yang tersilang atau tidak hidup, maka gantilah dengan RJ45 yang baru lagi. (lakukan langkah point 1 – ), hingga lampu yang menyala itu benar – benar sama.
  • Pasanglah kabel yang telah diinstal tadi ke NIC dan HUB.
  • Ikuti langkah – langkah Konfigurasi
Disini kita akan menggunakan metode Client Server karena saya menggunakan HUB sebagai media pembagi jaringannya.
2. Konfigurasi Jaringan LAN
Setelah selesai dengan instalasi Kabel dan NIC maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi jaringan pada sistem yang digunakan, disini saya hanya membahas konfigurasi jaringan pada sistem windows saja, ya bila ada waktu luang nantinya mungkin bisa dilanjut dengan konfigurasi di sistem Linux.
Oke kita mulai konfigurasinya, beberapa hal penting pada konfigurasi jaringan adalah :
  1. Computer Name Harus beda
  2. Workgroup harus sama
  3. IP Address harus beda
  • Setting Computer Name dan WorkGroup
Untuk setting Computer Name terdapat beberapa langkah yaitu :
  1. Click Kanan pada Icon My Computer pilih Propertis
  2. Propertis My Computer Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
  3. Pada kotak dialog propertis my computer pilih tab Computer Name
  4. Kotak Dialog Propertis My Computer Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
  5. Klik Tombol Change dan isikan Computer Name dan WorkGroup nya
  6. Setting Computer Name Workgroup Instalasi dan Konfigurasi Jaringan LAN
  7. Klik OK maka system akan meminta untuk restart klik OK.
  8. Setelah selesai pada tahapan ini, sebenarnya Komputer anda telah terkoneksi / terhubung dengan jaringan. Akan tetapi IP addressnya masih bersifat dinamis. Maka perlu kita tambahkan dengan setting IP Address.

    http://rizalrahim03.blogspot.com/2012/02/instalasi-dan-konfigurasi-jaringan-lan.html